Pengertian dan Konsep Dasar Statistika Sosial

Pengertian dan Konsep Dasar Statistika Sosial

Pengertian dan Konsep Dasar Statistika Sosial


Pengertian dan Konsep Dasar Statistika Sosial – Statistik adalah suatu kumpulan data angka yang tersusun lebih dari satu angka.

Statistika diartikan sebagai ilmu yang mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisa, serta menginterpretasikan data angka dengan tujuan membantu pengambilan keputusan yang efektif. Sedangkan statistik merupakan bagian dari statistika.

Manfaat statistic sosial diantaranya yaitu :
1. Statistik dapat digunakan untuk melakukan memprediksi suatu perhitungan.
2. Data Statistic dapat dijadikan dasar sebagai pemgambilan keputusan.

Klasifikasi Statistika Sosial

Statistika Sosial

Berdasar aktivitas :

Statistika deskriptif : membahas tentang cara-cara pengumpulan data, penyederhanaan angka pengamatan yang diperoleh, serta melakukan ukuran pemusatan dan penyebaran untuk memperoleh informasi yang menarik, berguna, dan mudah dipahami. Dengan kata lain, statistika deskriptif adalah penggambaran data yang telah dikumpulkan.

Statistika inferensia : cara menganalisis data serta mengambil kesimpulan (terkait dengan estimasi parameter dan pengujian hipotesis). Statistika inferensia berkaitan dengan analisis sebagian data sampai ke peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data.

Berdasar metodenya yaitu :

Statistika Parametrik : bagian dari statistika inferensia yang mempertimbangkan nilai dari satu satu lebih parameter populasi seperti rata-rata hitung, standar deviasi, dan korelasi. Karakteristik dari parametrik antara lain : memperthitungkan nilai yang ada di populasi, datanya berskala minimal interval, bentuk variabelnya kontinyu, serta datanya
terdistribusi secara normal. Contoh dari statistika parametrik antara lain: uji t, uji z, serta korelasi pearson.

Statistika Non Parametrik : bagian dari statistika inferensia yang tidak memperhatikan nilai
dari satu atau lebih parameter populasi. Karakteristik dari non parametrik antara lain; datanya berskala ukur nominal atau ordinal, variabelnya diskret, dan biasanya untuk menguji sampale yang relatif kecil (kurang dari 30). Contoh dari statistika non parametrik antara lain uji chi square, uji wilcoxon, serta uji spearman.

Konsep Dasar Statistika

Bentuk klasifikasiVariabelContoh
berdasarkan bulat atau tidaknya nilai yang diperolehVariabel diskret


variabel kontinu
jumlah mahasiswa yang terdaftar dalam tutorial online, variasi nilainya 15, 20, 50.


jumlah kendaraan yang parkir pada hari
Minggu, variasi nilainya 12, 24, 40
berat gula pasir, dengan variasi nilai 2 kg; 2,5 kg, 3,7kg,
Indeks prestasi kumulatif (IPK) dengan
variasi nilai 2; 2,5; 3,75
berdasarkan bentuk angka atau tidaknya nilai yang diperolehvariabel kuantitatif


variabel kualitatif
usia dengan variasi nilai 15 tahun, 20 tahun. jumlah konsumsi buah dalam seminggu, dengan variasi nilai 3 buah, 5 buah


jenis kelamin dengan variasi nilai laki-laki
dan perempuan.
Lokasi tempat tinggal mahasiswa, dengan
variasi nilai Jawa, Sumatera, Kalimantan

Konsep Dasar Statistika

Bentuk klasifikasidataContoh
Berdasarkan metode pengumpulanprimer
sekunder
Transkip wawancara Data BPS
Berdasarkan sifatnyakualitatif
kuantitatif
jenis kendaraan, persepsi mahasiswa besaran penghasilan, usia
Berdasarkan sumbernyaInternal eksternaljumlah dosen yang ada di FISIP UT jumlah perguruan tinggi terakreditasi yang ada di Dikti
Berdasarkan waktu pengumpulanTime series Cross sectionjumlah mahasiswa yang registrasi dari tahun 2009 hingga tahun 2014 jumlah mahasiswa yang registrasi pada semester 2014.1

Skala Pengukuran

Skala bisa kita artikan sebagai perbandingan antar kategori dari sebuah objek yang memiliki nilai berbeda. Dengan demikian skala yang dimaksud di sini merujuk pada variabel. Jika kita cermati pengertian tentang skala maka kita harus memastikan bahwa ketika kita menentukan skala dari sebuah variabel, harus didasarkan pada kategori yang melekat dalam variabel tersebut. Dengan kata lain sebuah variabel bisa memiliki skala yang berbeda beda bergantung pada kategori yang melekat di dalamnya.

Skala pengukuran sebagai kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan nilai yang ada pada alat ukur, sehingga ketika kita menggunakan alat ukur tersebut akan menghasilkan data yang sama dalam setiap kesempatan. Dalam statistika dikenal adanya empat skala, yaitu
skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio. Skala pengukuran ini menjadi penting karena skala yang berbeda akan menentukan uji statistik yang akan digunakan.

Nominal
Skala Nominal merupakan skala yang melekat pada variabel yang kategorinya hanya bisa digunakan untuk membedakan antara satu kategori dengan kategori lainnya.

Ordinal
Skala Ordinal merupakan skala yang melekat pada variabel yang kategorinya selain menunjukkan adanya perbedaan juga menunjukan adanya tingkatan yang berbeda.

Interval
Skala Interval merupakan skala yang melekat pada variabel yang kategorinya selain menunjukkan adanya perbedaan juga menunjukan adanya tingkatan yang berbeda, dan juga menunjukkan adanya rentang nilai

Rasio
Skala Rasio merupakan skala yang melekat pada variabel yang kategorinya selain menunjukkan adanya perbedaan juga menunjukan adanya tingkatan yang berbeda, menunjukkan adanya rentang nilai, serta bisa diperbandingkan. Nilai yang ada bisa diperbandingkan karena adanya nol mutlak, yang bisa diartikan bahwa setiap angka memulai dari titik nol yang sama.

Pengertian dan Konsep Dasar Statistika Sosial

Terimakasih

SELAMAT MEMBACA

ISIP4215 – Pengantar Statistik Sosial (Edisi 3)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *