Peggunaan IPBK untuk Pembangunan Wilayah

Peggunaan IPBK untuk Pembangunan Wilayah

Peggunaan IPBK untuk Pembangunan Wilayah

Peggunaan IPBK untuk Pembangunan Wilayah – Pertanyaan penting yang perlu dijawab pada saat penyusunan kebijakan adalah “apakah kebijakan pembangunan di suatu wilayah sudah berwawasan kependudukan atau belum?” Jawaban pertanyaan ini dapat dijawab dengan melakukan analisis lebih lanjut terhadap IPBK melalui tiga langkah. Pertama, melakukan identifikasi terhadap nilai IPBK secara agregat. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah seberapa besar nilai IPBK di suatu wilayah? Sebagai suatu indeks maka hasil perhitungan IPBK memiliki range antara 0-1. Artinya, suatu wilayah akan memiliki nilai maksimal 1 (tertinggi) dan 0 (terendah). Rendah dan tingginya IPBK di suatu wilayah dapat dianalisis berdasarkan pengertian tersebut. Kedua, adalah analisis yang dilakukan terhadap pencapaian IPBK untuk menjawab dimensi apa yang memiliki angka terendah? Jawaban ini penting untuk memberikan fokus terhadap salah satu dimensi sebagai prioritas. Langkah ketiga adalah untuk mencari variabel yang harus diintervensi dan menjadi prioritas wilayah dalam membangun. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi variabel penyusun dimensi yang memiliki angka terendah atau rendah.

Hal lain yang perlu dicatat adalah bahwa secara konseptual, IPBK juga terkait dengan IPM sebagai indikator pembangunan manusia. IPBK merupakan indikator proses, sementara IPM adalah indikator output (lihat Gambar 7.3). Melalui cara pandang ini, maka setiap usaha untuk meningkatkan IPBK sekaligus memiliki arti meningkatkan IPM. Dengan demikian, pemerintah memiliki kepentingan untuk menaruh perhatian yang tinggi terhadap IPBK karena hasilnya akan memberikan efek ganda (multiplier effects).

Refresi : PWKL4101 Kependudukan

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *